Tag : Gajah Mada

Bab 4 Tapak Ngliman

Tapak Ngliman 6

kibanjarasman
Ki Hanggapati dan Bondan menyelinap di antara kegelapan malam mengikuti rombongan Ki Jagabaya. Ma-lam itu banyak peronda yang berkeliling melakukan penjagaan, tetapi keduanya tidak mendapat...
Bab 4 Tapak Ngliman

Tapak Ngliman 5

kibanjarasman
Sebenarnya pedati-pedati itu tidak hanya berisi benda yang diperdagangkan. Mereka bilang Ki Buyut Menoreh menitipkan beberapa hadiah untuk Sri Jayanegara...
Bab 4 Tapak Ngliman

Tapak Ngliman 4

kibanjarasman
Pada saat itu, aku mengikuti mereka atas perintah Bhatara Pajang, hanya membayangi....
Bab 4 Tapak Ngliman

Tapak Ngliman 3

kibanjarasman
Bila Ki Nagapati berkeinginan merebut kotaraja untuk satu alasan keadilan, sudah barang tentu kotaraja akan membara. Tetapi tidak beliau lakukan. Bukan karena jumlah atau kemampuan...
Bab 4 Tapak Ngliman

Tapak Ngliman 2

kibanjarasman
”Ingat baik-baik semua pesan Resi Gajahyana, Ngger,” berkata Ki Swandanu ketika tubuh Bondan telah tergantung. Melihat Bondan dan Ki Swandanu menunjukkan kesiapan, lantas dua perondan...
Bab 4 Tapak Ngliman

Tapak Ngliman 1

kibanjarasman
Empat orang penunggang kuda itu berjalan beriringan dan berpasangan. Bondan tampak di depan bersama Ki Swandanu, di belakang mereka teriring Ki Hanggapati beserta Ken Banawa....
Bab 3 Pendadaran

Pendadaran 11

kibanjarasman
”Kita salah memasuki tempat,” sahut Liem Go Song sambil menggandakan tenaga melindungi jalur pendengarannya. Sedangkan Feng Kong Li bersiap menyerang Ki Wisanggeni meski lebih banyak...
Bab 3 Pendadaran

Pendadaran 10

kibanjarasman
”Bukankah teman kamj telah melewati pendadaran itu? Kau lihat sendiri bahwa anak Ki Demang tidak dapat melanjutkan pertarungan,” kata Tung Fat Ce. ”Apakah kau kira...
Bab 3 Pendadaran

Pendadaran 9

kibanjarasman
Sedangkan di tengah gulungan sinar kehijauan yang saling membelit, Toa Sien Ting tersentak bukan kepalang. Pada hari itu, untuk pertama kali, semenjak tiba di Tanah...
Bab 3 Pendadaran

Pendadaran 8

kibanjarasman
Ia tidak lagi melihat Siwagati sebagai perempuan muda yang cantik, tetapi wajah Siwagati seperti iblis yang sedang mengejek dirinya. Ia menarik napas dalam-dalam memusatkan pikiran...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.