“Aku tidak dapat menghindari sebuah perkelahian. Dan keadaan semacam itu hanya ada dua jalan, membunuh atau terbunuh. Lantas, aku berpijak di bagian yang mana? Mungkin...
Di Bawah Panji Majapahit Sementara itu di tempat lain, seorang pemuda yang bertinggi sedang dan ramping namun tidak menyembunyikan otot yang menunjukkan hubungan dengan...
Mpu Nambi berdiam diri sejenak sambil menatap lurus Ken Banawa. Walau ia sedikit merasa tidak tenang namun nama Resi Gajahyana dapat menjadi sebuah tanda khusus....
Pada hari yang cerah, di beranda belakang istana, salah seorang petinggi Majapahit tengah duduk bersama dengan Sri Jayanegara. “Saya tidak mempunyai pikiran buruk tentang rentetan...
Matahari Majapahit Selang beberapa pekan lamanya, peristiwa pembunuhan Rukmasara mulai dilupakan orang. Namun gejolak baru muncul di daerah lain. Wilayah Sumur Welut geger dengan perampokan...
Ken Banawa sedikit berlega hati karena orang yang cukup mengkhawatirkan itu kini telah tak berdaya. Ia tegak berdiri beberapa langkah dari lingkar perkelahian Bondan. Meskipun...
“Anak ini telah putus asa! Kekuatannya mulai berkurang, dan ia justru semakin menguras tenaga dengan menambah kecepatan. Ia tidak lagi dapat menguasai jiwanya dan mengabaikan...
Di tengah kelam malam pada awal musim hujan, Arya Penangsang membuka tirai keheningan di antara mereka. “Terima kasih,” katanya kemudian, “Anda berempat tidak memaksakan diri...
Dengan bayangan itu dalam pikirannya, Kidang Tlangkas mengerahkan seluruh kekuatannya. Ia menggali kemampuannya hingga lapisan paling dasar. “Akar adalah memberi, bukan menerima. Begitu pula keadaanku...
Sekejap kemudian keduanya terlibat dalam perkelahian seru. Sejumlah gebrakan awal telah menjadi tanda ketinggian olah kanuragan prajurit yang bertugas di halaman belakang istana Pajang. Meskipun...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.