Padepokan Witasem

Tag : rima

Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 22

kibanjarasman
Matahari belum setinggi tangkai bunga mawar yang berada di sampingku. Aku memikirkan pendapat para pengawal, apa yang berada di dalam pikiran mereka bila aku memutuskan...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 21

kibanjarasman
Datanglah waktu yang dimaksudkan Mpu Pali. Datanglah ia padaku yang sedang berjibaku mempertahankan liang sempit dengan tubuh membeku. Ayahku adalah seorang penguasa, seorang ratu tetapi...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 20

kibanjarasman
Aku mengira tenaga mereka lebih kuat dan lebih besar dari yang tergambar dalam ruang pikiranku. Kecepatan yang dimiliki para penyerangku pun sepertinya setara denganku. Dalam...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 19

kibanjarasman
Sang Maharani - Tubuhku terasa ringan. Kekuatan gaib -- yang aku kira tengah menekan punggungku -- telah sirna. Aku bergerak dengan luar biasa. Sepasang kakiku...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 18

kibanjarasman
Tidak ada kejadian pada waktu malam ketika kami merenggangkan segala persendian. Kejadian yang aku temui selagi matahari masih mengapung masih kuat mencengkeram pikiranku. Aku ingin...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 16

kibanjarasman
“Nyi!” teriak seorang pemuda dari arah kereta yang berada agak jauh dari tempatku. “Kami akan membantu Anda sekuat tenaga!” Ia menyambut terjangan penunggang kuda dengan...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 4

kibanjarasman
Han Rudhapaksa memandang lekat wajahku. Aku merasakan getaran janggal ketika bola mata kakek terlihat membesar, lalu tiba-tiba kembali wajar. Semacam kengerian merasuki jiwaku, namun mendadak...
Bab 1 Bulan Telanjang Sang Maharani

Sang Maharani

kibanjarasman
Dyah Murti adalah nama pemberian kakekku. Sekali waktu beliau mengisahkan bahwa ayahku, Rakai Panangkaran, menunggu kelahiranku sepanjang malam. Kemudian, menurut penuturan kakek, ayahku kembali ke...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.