Lanjutan Api di Bukit Menoreh

KKG – Jati Anom Obong 9

Ki Garu Wesi cepat merendahkan tubuh lalu menerjang Ki Hariman sepenuh tenaga. Kerikil sungai terlontar ketika kakinya menjejak dasarnya yang dangkal itu. Dalam sekejap ia melontarkan serangan beruntun. Kaki Ki Garu Wesi berputaran menebas bagian atas tubuh Ki Hariman. Hampir bersamaan, Ki Tunggul Wesi menerobos sela pertahanan Ki Hariman yang tidak begitu rapat. Kepal tangan […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 398 – 1

Glagah Putih merayap mendekati gardu jaga, begitu pula Ki Ajar Gurawa. Kemampuan mereka menyerap bunyi telah cukup tinggi sehingga tidak ada suara yang terdengar para penjaga. Ki Ajar Gurawa menggamit Glagah Putih dan memberi isyarat untuk pergi meninggalkan gardu jaga. Keduanya surut perlahan lalu bangkit dan berjalan menuju dinding utara. Mereka meloncat dan segera bertelungkup […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 – 15

Sementara itu beberapa ratus tombak di sebelah barat alun-alun, kedua petugas sandi yang baru datang dari Mataram telah melakukan pengamatan di lingkungan mereka. Mereka menyewa rumah itu dari seorang penduduk selama beberapa bulan. Keduanya mengaku berasal dari Pegunungan Sewu dan sedang menjajagi kemungkinan untuk berdagang di Panaraga. Sejenak kemudian, Madyasta datang memasuki regol halaman dan […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 – 13

Keesokan harinya di pendapa, Swandaru mengerutkan kening mendengar nama Ki Kawuk Blambangan disebut oleh petugas ronda. Ia mencoba mengingat mungkin pernah bertemu atau akan mengenali orang itu. “Aku kira aku belum pernah mengenal nama itu. Ia orang yang pernah aku kenal lalu menggunakan sebutan lain, tetapi mungkin juga ia belum pernah aku temui,” kata Swandaru. […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

Lanjutan Api Di Bukit Menoreh 397 – 9

“Sudahlah, mari kita coba pejamkan mata,” kata lelaki tua itu. Dalam pada itu, Madyasta telah bertemu Rara Wulan dan berbicara serba sedikit tentang rencana Glagah Putih. Sesekali Rara Wulan mengerutkan kening mendengar penjelasan rencana Glagah Putih yang disampaikan Madyasta. Demikianlah akhirnya Rara Wulan berkata,” baiklah ki, lebih baik kita bergegas sekarang. Aku seperti merasakan bahwa […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

Lanjutan Api Di Bukit Menoreh 397 – 8

“Nah, akhirnyalah kedua orang ini sudah mengakui jika mereka ternyata orang-orang suruhan dari Mataram! Marilah, kita tangkap keduanya lalu segalanya terserah Pangeran Ranapati!” teriak orang yang berambut ubanan itu kepada para pengikut Pangeran Ranapati yang berada di sekelilingnya. Meski demikian, tidak ada satu orang yang beringsut dari tempatnya. Agaknya orang-orang ini diam-diam menyetujui ucapan Glagah […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 -7

Sebenarnyalah Pangeran Ranapati telah kembali ke rumah yang ditinggalkannya. Sejenak ketika ia tiba di rumah yang disediakan Pangeran Jayaraga, utusan Mas Panji Wangsadrana telah memintanya untuk bertemu di pendapa kadipaten. Meski belum banyak dikenal oleh prajurit yang sedang bertugas jaga, Pangeran Ranapati tidak menemui kesulitan memasuki regol kadipaten karena ditemani oleh utusan Mas Panji Wangsadrana. […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 – 3

Agung Sedayu menghentikan langkahnya barang sejenak, kemudian,” tidak ada, Ki Waskita. Aku hanya sedang menunggu sampai beberapa hari ke depan. Selain itu juga ada persoalan dalam kitab guru yang sepertinya harus aku kemukakan kepada paman sebagai orang yang mempunyai wawasan lebih luas.” Agung Sedayu kemudian menghela nafas panjang lalu melangkahkan kaki dengan tatap mata menerawang […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 – 2

  ” Nampaknya segala sesuatu di barak pasukan khusus padepokan ini memang sudah selesai ngger ” berkata Ki Waskita kemudian,” apakah kesatuan-kesatuan yang direncanakan sudah mulai bergabung di barak?” “Ki Lurah Kertawirya dan Ki Lurah Sanggabaya sudah mulai berada di dalam barak ketika pengembangan pasukan khusus sudah dimulai. Termasuk juga Ki Lurah Partajaya yang membawa […]

Lanjutan Api di Bukit Menoreh

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 – 1

Sejenak kemudian mereka menyadari bahwa perempuan yang mereka kenal dengan nama Ranti sebenarnyalah bukan sekedar seorang perempuan yang lemah. Orang bertubuh tinggi besar itu kemudian meloncat surut dan menebar pandangan ke sekelilingnya. Ketiga orang lainnya pun serentak mengikuti kawannya. Kemudian mereka membentuk garis setengah lingkaran berhadapan dengan Rara Wulan. Agaknya mereka tidak mengetahui bahwa ada […]