Tag : cerita silat kerajaan Jawa

Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 34 – Di Rumah Agung Sedayu

kibanjarasman
Pagi menyapa Tanah Perdikan Menoreh dengan kabut tipis yang masih menggantung di pucuk-pucuk dedaunan. Di samping pakiwan, dekat sumur yang dingin airnya dapat merasuki tulang,...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 33 – Gaung Keras dari Gunung Kendil

kibanjarasman
Langkah kaki Agung Sedayu menapak halaman rumahnya. Suara burung hantu di kejauhan seolah menjadi pembeda ketenangan alam. Suasana rumah senapati Mataram itu masih terasa sunyi...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 32 – Gema Swandaru

kibanjarasman
Ada siang, ada malam. Ada tayub, ada perempuan, dan Swandaru tidak pernah pura-pura kebal. Pedukuhan kecil itu tiba-tiba terasa begitu hidup. Di setiap lorong, beranda...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 31 – Perkelahian yang Melelahkan

kibanjarasman
Lingkaran pertarungan kembali terbentuk. Mereka saling menekan, melibat dan melindas penuh keyakinan. Cambuk meliuk, selendang membelit. Dentuman halus berulang-ulang menggedor bagian dalam dan pusat tenaga....
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 30 – Pertemuan Swandaru dengan Perusuh Rumahnya

kibanjarasman
Swandaru Geni. Nama yang mulai kerap disebut-sebut di Tanah Perdikan mengambil jurusan ke utara sejak malam pembunuhan Sekar Mirah dan Ki Demang Sangkal Putung dapat...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 29 – Duka Memayungi Gunung Kendil

kibanjarasman
Lamat-lamat dari jarak yang tidak diketahui, Pandan Wangi mendengar suara gemuruh —dan dia tahu itu berasal dari tanah longsor dan banjir bah. Sejenak dia memandang...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 28 – Maut di Lereng Utara Gunung Kendil

kibanjarasman
Dua petarung yang berilmu sangat tinggi itu kemudian bergeser setengah lingkaran. Menghentak tenaga cadangan. Berbalas serangan secara beruntun seperti kilat patah: kiri–kanan–atas. Setiap sambaran meninggalkan...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 27 – Keheningan Maut

kibanjarasman
Udara di lembah tak bernama itu telah mati, hanya menyisakan dingin yang menggigit tulang. Kabut lebih rapat dan menutup jarak pandang hingga kurang dari tujuh...
Bab 8 Malam Petaka

Malam Petaka 13 – Dua Gelanggang Api Pertarungan di Grajegan

kibanjarasman
Perkelahian Nyi Kirana memanjat lebih tinggi, tapi Ki Jaranggi tidak lagi dapat bersabar meladeninya. Karena itu, Ki Jaranggi tidak lagi menunggu benturan demi benturan untuk...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 26 – Menjelang Laga Pamungkas Gunung Kendil

kibanjarasman
Tumbangnya Ki Sambak Kaliangkrik Ki Sambak Kaliangkrik menarik napas pendek, mengatur ulang kuda-kuda. Waktu semakin menipis seiring dengan medan yang semakin sempit. Pedang Ki Lurah...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.