Pagi menyapa Tanah Perdikan Menoreh dengan kabut tipis yang masih menggantung di pucuk-pucuk dedaunan. Di samping pakiwan, dekat sumur yang dingin airnya dapat merasuki tulang,...
Langkah kaki Agung Sedayu menapak halaman rumahnya. Suara burung hantu di kejauhan seolah menjadi pembeda ketenangan alam. Suasana rumah senapati Mataram itu masih terasa sunyi...
Ada siang, ada malam. Ada tayub, ada perempuan, dan Swandaru tidak pernah pura-pura kebal. Pedukuhan kecil itu tiba-tiba terasa begitu hidup. Di setiap lorong, beranda...
Lingkaran pertarungan kembali terbentuk. Mereka saling menekan, melibat dan melindas penuh keyakinan. Cambuk meliuk, selendang membelit. Dentuman halus berulang-ulang menggedor bagian dalam dan pusat tenaga....
Swandaru Geni. Nama yang mulai kerap disebut-sebut di Tanah Perdikan mengambil jurusan ke utara sejak malam pembunuhan Sekar Mirah dan Ki Demang Sangkal Putung dapat...
Lamat-lamat dari jarak yang tidak diketahui, Pandan Wangi mendengar suara gemuruh —dan dia tahu itu berasal dari tanah longsor dan banjir bah. Sejenak dia memandang...
Dua petarung yang berilmu sangat tinggi itu kemudian bergeser setengah lingkaran. Menghentak tenaga cadangan. Berbalas serangan secara beruntun seperti kilat patah: kiri–kanan–atas. Setiap sambaran meninggalkan...
Udara di lembah tak bernama itu telah mati, hanya menyisakan dingin yang menggigit tulang. Kabut lebih rapat dan menutup jarak pandang hingga kurang dari tujuh...
Perkelahian Nyi Kirana memanjat lebih tinggi, tapi Ki Jaranggi tidak lagi dapat bersabar meladeninya. Karena itu, Ki Jaranggi tidak lagi menunggu benturan demi benturan untuk...
Tumbangnya Ki Sambak Kaliangkrik Ki Sambak Kaliangkrik menarik napas pendek, mengatur ulang kuda-kuda. Waktu semakin menipis seiring dengan medan yang semakin sempit. Pedang Ki Lurah...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.