Nyi Kirana disertai tidak lebih sepuluh orang Pajang bertarung sengit melawan orang-orang padepokan yang dibantu pengawal kademangan. Mereka gigih mempertahankan kedudukan berdasarkan aba-aba Nyi Kirana....
Nyi Kirana deras meluncur melintasi ruang kosong tanah lapang, dia melihat seorang anak kecil jatuh terlindas oleh kaki-kaki orang yang berlarian kalangan kabut. Nyi Kirana...
“Kekuatan kita belum dapat menandingi daya serbu Pajang yang sebenarnya. Aku pikir, gagasanmu adalah sebuah alasan bodoh untuk bunuh diri. Mpu, malam ini adalah malam...
Derap langkah Arya Penangsang teredam oleh hiruk pikuk halaman luar istana. Dia tidak tergesa, setiap tapak kakinya terukur menyatu dengan denyut kota yang tak lagi...
Ada amarah dan kecewa sekaligus kekhawatiran atas keselamatan Bondan – yang berada di Kademangan Grajegan – membuat para pengiring dari Pajang itu merasa berat menjalankan...
“Tetapi karena kesaktian mereka masing-masing, senjata-senjata itu hampir tidak banyak berguna. Laki-laki bintang itu ternyata tidak saja mampu bertempur di atas daratan. Sekali-sekali ia terjun...
Ki Ardi sendiri yang pada saat itu sedang berada disamping api yang menyala nyala, sedang memahat sebuah batu besar. Ternyata rumah Ki Ardi tidaklah lebih...
Matahari nyaris menggapai puncak langit ketika suasana di sekitar Bondan serta Siwagati perlahan menjadi hening. Resi Gajahyana telah berhadapan dengan Ki Sarwa Jala. Mereka didampingi...
Ki Bekel mengangguk-angguk. Namun katanya “Bukankah kau tidak akan segera meninggalkan padukuhan ini?” Adeg Panatas tersenyum. Katanya, “Tidak kakang. Bukankah aku orang padukuhan ini? Aku...
Hingga pada masa yang berlaku sesuai kebiasaan orang-orang Grajegan, maka Bhre Pajang segera mohon undur diri. Dia beserta seluruh rombongan akan kembali ke Pajang. Dalam...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.