Tag : cerita silat Indonesia

Bab 9 Pertempuran Panarukan

Panarukan 13

kibanjarasman
Raden Trenggana menggeleng-geleng ketika mendadak hamparan pasir yang sebelumnya penuh dengan prajurit kini semua seperti hilang. Pasukan Blambangan dengan cerdik telah menyamarkan benteng kecil mereka...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 43

kibanjarasman
Dalam hatinya, ia jujur mengakui bahwa Nyi Gandung Jati adalah senjata yang benar-benar dapat diandalkan untuk menaklukkan Sangkal Putung melalui Swandaru....
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 42

kibanjarasman
“Saya mohon diri,” kata Swandaru ditujukan pada tiga orang di dalam bilik. Sekejap kemudian ia melangkah keluar dari bilik, menuju pendapa untuk bergabung lagi dengan...
Bab 9 Pertempuran Panarukan

Panarukan 12

kibanjarasman
Karena kalian mungkin telah mendengar kabar bahwa aku dapat meninggalkan kapal Raden Trenggana dengan selamat. Dan mungkin saja kalian akan melihatku berlari meninggalkan medan perang....
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 41

kibanjarasman
“Berhentilah untuk bicara penyerahan itu, Swandaru. Aku ingin kau dapat menjawab bila Angger Sedayu menanyakan perkembangan yang engkau sebabkan.” Suara Ki Demang masih bergetar, dan...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 40

kibanjarasman
“Sama seperti yang Kakang ucapkan,” tiba-tiba berkata Sekar Mirah, “aku tidak sedang membicarakan kemakmuran atau kejayaan Mataram. Aku adalah perempuan sederhana dan istri dari lelaki...
Bab 9 Pertempuran Panarukan

Panarukan 11

kibanjarasman
Kegagahan laskar prajurit Blambangan tampak dari gambar-gambar yang terlukis pada bendera dan umbul-umbul. Ketangguhan mereka sebagai penjaga perairan sangat jelas terlihat sekalipun mereka tidak berada...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 39

kibanjarasman
Swandaru tidak mempunyai kepercayaan penuh pada Raden Atmandaru, namun demikian, ia masih tidak dapat mengerti perubahan yang terjadi dalam dirinya. Menempati kedudukan sebagai tumenggung adalah...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 38

kibanjarasman
Waktu beranjak mendekati siang. Terik matahari mulai menggatalkan kulit ketika debu-debu perkelahian semakin tipis. Tiga lawan Kiai Bagaswara telah jauh dari gelanggang. Mereka mengambil arah...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 37

kibanjarasman
“Orang tercepat di antara mereka adalah ia yang ditunggu Ki Patih,” desis Kiai Bagaswara sebelum  menetapkan hati memburu Ki Sekar Tawang. Namun lintas pikirannya bergerak...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.