Keesokan harinya, Ki Garu Wesi belum memerintahkan pengikutnya untuk membongkar perkemahan. Ia memberi perintah pada beberapa orang yang menjadi petugas sandi untuk mendatangi Tanah Perdikan...
Ki Lurah Sanggamurti pun tertawa lega karena menyadari bahwa keadaan di sekitar Lasem hingga Tuban seperti bara dalam sekam. Setidaknya, menurut pikiran Ki Sanggamurti, Gagak...
Pagi-pagi sekali Agung Sedayu telah berada di bilik khususnya di barak pasukan. Telah hadir tiga lurah prajurit yang siap memberi laporan padanya. Ki Rangga Agung...
Adalah Agung Sedayu yang … – memang sulit membayangkan kemampuan murid utama Kiai Gringsing ini. Pendengarannya dapat menangkap desir aneh dari debu yang berada di...
Website Padepokan Witasem akan terus mencoba mengembangkan diri melalui muatan yang diperbarui penyajiannya. Untuk pertama kali, blog memghadirkan kisah dalam versi audiobook atau bukudengar. ...
Dalam pertempuran itu, Ki Sanden Merti harus berjuang mati-matian mempertahankan kedudukan agar tetap seimbang. Meski belum ada lecet pada kulit atau memar pada bagian tubuh...
Debar jantung orang-orang semakin kuat memukul rongga dada masing-masing. Mereka tertegun dan terguncang ketika menyaksikan tubuh Panembahan Hanykrawati bersandar lemas pada dada Ki Anjangsana. Meski...
Apakah Ki Kebo Saloka benar-benar masih menyimpan kekuatan di dalam dirinya? Ia terpental, terdorong mundur hingga beberapa langkah namun kemudian kembali berdiri tegak. Tidak ada...
Hanya saja keseimbangan itu yang harus diraih dengan luka-luka dan darah. Belati kecil yang terikat pada ujung cambuk Ki Kebo Saloka mampu mematuk dan menyengat...
Meski demikian, Ki Sanden Merti yang termasuk orang yang mampu melihat diri jauh ke dalam sehingga tata gerak asing yang diperagakan Agung Sedayu pun menjadi...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.