Tag : Padepokan Witasem

Nagasasra dan Sabuk Inten

Nagasasra dan Sabuk Inten 21 – Pertarungan Naga Hitam Melawan Laki-laki Lintang Kemukus

kibanjarasman
“Tetapi karena kesaktian mereka masing-masing, senjata-senjata itu hampir tidak banyak berguna. Laki-laki bintang itu ternyata tidak saja mampu bertempur di atas daratan. Sekali-sekali ia terjun...
Nagasasra dan Sabuk Inten

Nagasasra dan Sabuk Inten 20 – Pahatan Naga

kibanjarasman
Ki Ardi sendiri yang pada saat itu sedang berada disamping api yang menyala nyala, sedang memahat sebuah batu besar. Ternyata rumah Ki Ardi tidaklah lebih...
Bab 8 Malam Petaka

Malam Petaka 5 – Api di Dalam Sekam

kibanjarasman
Matahari nyaris menggapai puncak langit ketika suasana di sekitar Bondan serta Siwagati perlahan menjadi hening. Resi Gajahyana telah berhadapan dengan Ki Sarwa Jala. Mereka didampingi...
Jejak di Balik Kabut

Jejak di Balik Kabut 10 – Paksi Mengajarkan Arti Harga Diri

kibanjarasman
Ki Bekel mengangguk-angguk. Namun katanya “Bukankah kau tidak akan segera meninggalkan padukuhan ini?” Adeg Panatas tersenyum. Katanya, “Tidak kakang. Bukankah aku orang padukuhan ini? Aku...
Bab 8 Malam Petaka

Malam Petaka 4 – Menjelang Hari Besar

kibanjarasman
Hingga pada masa yang berlaku sesuai kebiasaan orang-orang Grajegan, maka Bhre Pajang segera mohon undur diri. Dia beserta seluruh rombongan akan kembali ke Pajang. Dalam...
Nagasasra dan Sabuk Inten

Nagasasra dan Sabuk Inten 19 – Mahesa Jenar Merasa Frustasi

kibanjarasman
Tetapi belum lagi Sagotra habis berangan-angan, tiba-tiba matanya terbelalak lebar, tubuhnya semakin gemetar lagi, serta peluh dingin mengalir membasahi seluruh badannya. Pada saat itu, Mahesa...
Jejak di Balik Kabut

Jejak di Balik Kabut 9 – Cincin Bermata Tiga Batu Akik

kibanjarasman
“Ya. Sibuk mengadu ayam” jawab Ki Jagabaya. Adeg Panatas menarik napas dalam-dalam. Dengan nada datar ia berkata, “Apa yang terjadi jika Kebo Lorog itu kemudian...
Nagasasra dan Sabuk Inten

Nagasasra dan Sabuk Inten 18 – Rara Wilis Menghilang dan Kemarahan Mahesa Jenar

kibanjarasman
Mahesa Jenar mendengar keterangan Sagotra dengan saksama. Ia mulai menghubung hubungkan keterangan itu dengan kakek Rara Wilis. Mungkinkah orang tua itu adalah Ki Santanu…?   “Siapakah...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 53 – Utusan Khusus Agung Sedayu Itu Bernama Kinasih

kibanjarasman
“Sukra!” seru Sekar Mirah dengan suara lirih. “Tidak mengapa. Gadis itu utusan Ki Lurah.” Sukra lantas menepi namun tatap matanya penuh dengan pandangan selidik. “Ki...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 52 – Sepertinya Sekar Mirah Belum Merasa Cemburu

kibanjarasman
Peran baru itu menjadi sebab Kinasih berpikir keras. Pesan atau nasihat Agung Sedayu padanya tentu bukan sekedar ucapan tanpa makna. Mendadak berhenti dari perkelahian atau...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.