Kiai Bagaswara menyambut uluran tangan Agung Sedayu, kemudian berkata, “Saya tidak mengira kedatangan kami bertiga pada malam ini tidak terjadi pada waktu yang tepat.” Agung...
Di pedukuhan induk. Puluhan orang membanjiri jalan-jalan dan lorong yang ada di pedukuhan induk ketika gelegar dentuman memecah udara Sangkal Putung. Sebagian orang mulai membuat...
“Ya, saya dapat menduganya,” sahut Toh Kuning, ”Ki Rangga, kecakapan Ken Arok dalam menempatkan orang-orang kepercayaannya dalam lingkungan istana Tumapel tentu menjadi pertahanan yang kuat...
Demikianlah kemudian, keesokan hari, Toh Kuning beserta pasukannya meninggalkan Tumapel. Mereka dilepas oleh Akuwu Tumapel dalam upacara yang meriah. Pasukan khusus Selakurung tiu terlihat gagah...
Sebelumnya. Dari simpang tiga, Sukro sekilas melihat seorang penunggang kuda yang muncul dari kegelapan yang menaungi jalan utama menuju banjar pedukuhan. Namun ia tidak dapat...
Sebentar kemudian Pandan Wangi menghentak kuda menuju persimpangan, tetapi setibanya di tempat itu, dua lingkaran perkelahian telah sirna dari pedukuhan. Kesimpulan yang sama pun kembali...
Gelombang udara panas menyambar ratusan prajurit yang telah bergirang hati karena mengira dapat membunuh pelayan kesayangan Prabu Brawijaya. Angin panas yang ditimbulkan seribu kali lebih...
Tiba-tiba suara Batara Keling terdengar membelah malam. Namun ia kemudian mengalami kesakitan luar biasa tatkala mencoba membangkitkan tenaga inti lalu merambatkan melalui suara untuk menyerang...
Yang terjadi adalah Tunggul Ametung telah mengutus seorang prajurit untuk mengamati penyergapan yang dilakukan oleh Toh Kuning dan pasukannya. Prajurit itu tiba di dekat pasukan...
Toh Kuning tercenung mendengar ucapan Ki Arumpaka yang selangkah maju mendekatinya. Namun Toh Kuning masih tetap waspada. Pada saat itu ia mendengar suara Pamekas, ”Jangan...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.