Tiba-tiba suara Batara Keling terdengar membelah malam. Namun ia kemudian mengalami kesakitan luar biasa tatkala mencoba membangkitkan tenaga inti lalu merambatkan melalui suara untuk menyerang...
Yang terjadi adalah Tunggul Ametung telah mengutus seorang prajurit untuk mengamati penyergapan yang dilakukan oleh Toh Kuning dan pasukannya. Prajurit itu tiba di dekat pasukan...
Toh Kuning tercenung mendengar ucapan Ki Arumpaka yang selangkah maju mendekatinya. Namun Toh Kuning masih tetap waspada. Pada saat itu ia mendengar suara Pamekas, ”Jangan...
Kemunculan Pandan Wangi di tempat yang menjadi awal serangan mendapat sambutan berupa lontaran panah dan tombak yang meluncur bertubi-tubi. Seketika ia melompat turun dari punggung...
Mendadak pecahlah keheningan pedukuhan induk! Orang-orang tumpah ruah memenuhi jalan-jalan dan lorong. Mereka saling bertanya mengenai gelegar dentuman yang menggetarkan jantung. Tak sedikit yang berlarian...
Keadaan itu tidak begitu terlihat dari setiap gerak gerik senapati pasukan khusus Mataram itu, tetapi, sungguh sangat sukar bagi Agung Sedayu untuk meninggalkan satu persolan....
Pandan Wangi menunggu Agung Sedayu mengungkap maksudnya. Pengalamannya dalam mengikuti banyak peperangan mengajarinya untuk dapat menahan diri, meski dalam waktu itu, Pandan Wangi sebenarnya ingin...
“Saya meninggalkan mbokayu Sekar Mirah dalam keadaan baik,” jawab Pandan Wangi lalu menghirup udara banyak-banyak ke dalam rongga dadanya. Ia berkata kemudian, ”Mudah-mudahan dukun bayi ...
Pangeran Parikesit bergerak maju dan satu kibasan tangan telah melempar Batara Keling ke tempat yang berdekatan dengan Rambesaji. Lelaki yang berjalan dengan setengah membungkuk itu...
Langkah Pangeran Parikesit terhenti saat mendengar teriakan kasar Rambesaji, ia berpaling lalu menatap wajah Rambesaji sejenak. Sang pangeran hanya melepaskan senyum kecil padanya, namun bagi...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.