Ketika di depan mereka terbentang parit dengan lebar satu tombak, tiba-tiba Bondan mendengar sayup-sayup orang berjalan di jarak yang agak jauh dari mereka....
Waktu berjalan semakin lambat, serasa seperti itu bagi Sukra dan dua pengawal Sangkal Putung. Dalam pandangan mereka dan yang ada di dalam benak tiga orang...
"Pangeran!" desis Sukra. Berbagai pikiran berkecamuk dalam kepalanya sambil memandang arah kepergian Pangeran Purbaya. Apakah beliau mendengar sesuatu atau melihat bayangan yang ganjil?...
"Berhati-hatilah." Ki Hanggapati menganggukkan kepala. Sekejap kemudian tubuh Bondan melenting ke atas lantas dengan cepat menyisir atap banjar tanpa me-nimbulkan suara....
Agung Sedayu mengajarkan tata olah tenaga pada Sukra. Kata Agung Sedayu ketika itu, “Engkau dapat membalikkan beban ketika sepasang tanganmu berada di bawah.”...
Ki Bluluk Rambang menggerakan senjata penuh perhitungan. Sepercik darah kental meleleh dari segaris lambung Sukra. “Bersiaplah, anjing Mataram!” pedas Ki Blulung Rambang berucap....
"Sukra!” “Saya, Pangeran.” Sukra bersuara tanpa memalingkan wajah. Ia memusatkan perhatian pada Ki Bluluk Rambang yang meluncur cepat. Sukra sudah membulatkan keputusan untuk tidak membiarkan...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.