Benar-benar mengejutkan! Ki Bejijong pun tidak menyangka bahwa Ki Maja Tamping mengubah tujuan serangannya. Dalam waktu itu, isyarat Ki Maja Tamping memang tidak dipahaminya sehingga...
Untuk beberapa waktu, Swandaru merenungkan kalimat demi kalimat Pangeran Purbaya. Pikirnya, memang tidak patut ia memandang Untara dengan rasa iri maupun benci. Swandaru tahu bahwa...
Raut wajah kebanyakan orang di dalam kedai terlihat muram. Sebagian menjadi pucat ketika berbenturan dengan tatap mata Arya Penangsang yang memancar seakan sedang menuntut balas...
“Rasanya aku salah orang ketika melontarkan ungkapan mengenai Kakang Untara. Adakah pintu keluar yang lain di rumah ini?” gumam Swandaru dalam hati dan wajahnya menampakkan...
Aku melambaikan tangan padanya. Pemimpin pengawal rahasia itu kemudian berjalan dengan ayunan kaki yang mantap menuju tempat kami berada. Dia adalah wanita yang cukup lama...
“Inilah peperangan,” ucap Pangeran Purbaya membuka percakapan. “Ini adalah bagian lain kehidupan yang harus kau terima sekalipun pahit untuk dijalani.” Pangeran Purbaya tajam memandang Swandaru....
“Karena Arya Penangsang tidak akan dapat kalian hentikan,” teriak Gagak Panji dari luar atas umpatan Poh Kecik. Dengan pandang mata mengancam pada orang-orang yang tergeletak...
Sejujurnya, kehadiran prajurit Mataram adalah angan yang diidamkan untuk menjadi nyata. Seandainya mereka datang lalu bertempur di samping pengawal kademangan, sudah pasti, kemenangan akan mereka...
Setelah peristiwa aneh itu berlalu, aku dapat bernapas lega meski keterkejutan belum sepenuhnya melepaskan diri dariku. Aku ingin mengungkapkan sesuatu. “Sekarang, serangan kedua mereka justru...
Tidak ada lagi kata umpatan dan caci maki yang dilontarkan oleh para pengepung Gagak Panji. Keberanian dan semangat mereka sedang menghadapi ujian ; letusan gunung...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.