Kiai Plered - Sayoga menggeleng-geleng belum memahami siasat pemimpin pasukan khusus itu. Sejauh yang ia ketahui adalah bertempur dan bertempur tanpa melepaskan sejengkal tanah....
Malam semakin dalam mencengkeram dalam keheningan. Pertemuan para pemimpin pasukan di dalam kemah besar Ken Banawa telah usai. Sementara itu dengan langkah yang seperti tidak...
Tidak butuh waktu lama bagi ketiganya untuk mencapai tepi pedukuhan. Pada malam itu wilayah luar Gondang Wates sama sekali tidak menunjukkan perlawanan. Siasat pertahanan yang...
Udara dingin dan angin semilir memabukkan adalah dua tantangan untuk Sayoga dan Dharmana sewaktu berkuda menuju batas luar Pedukuhan Gondang Wates. Walau usia mereka tidak...
Seorang prajurit Ki Sentot yang sedang merawat luka-luka kawannya hanya termangu-mangu sambil mendesis perlahan, ”Kekuatan dari mana yang merasuki anak muda itu ? Apakah engkau...
Dingin wajah Adipati Hadiwijaya melihat serangan ganda yang dilontarkan oleh lawannya, ia bergeser surut dengan memutar kaki sebelahnke samping. Dengan gagah Adipati Hadiwijaya mampu mengapit...
Keadaan Sekar Mirah mendatangkan kekhawatiran tersendiri bagi keluarganya. Sejak lama, semenjak ia menyatakan ada jabang bayi tengah dikandungnya maka orang-orang terdekatnya tak dapat melepaskan diri...
Sementara Nyi Kuswari menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kehadiran permata Sekar Mirah, Agung Sedayu mengusap-usap bagian perut Sekar Mirah dengan jemari bergetar. Bibir Agung Sedayu...
Langkah kaki Ken Arok tertahan ketika mendengar Toh Kuning berseru. Toh Kuning berjalan menghampirinya lalu berkata, ”Mereka yang memaksa diri pergi ke kotaraja akan menjadi urusanku.”...
Punggung perbukitan mulai meredam panas matahari dengan kelam. Kekuatan kedua pasukan tampaknya belum berkurang cukup banyak. Meski demikian, jatuhnya korban adalah sesuatu yang tidak bisa...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.