Kiai Rontek, yang memiliki keyakinan atas Wedhus Gembel sebagai ilmu yang bertengger di puncak langit, juga merasakan adanya kekuatan yang hendak melumpuhkannya dari dalam. Ia...
Kemudian kata Lembu Daksa, ”Menurut ayah memang tidak pantas seorang lemah dan bukan keturunan orang kuat dapat menjadi raja. Dan itu pula yang dijadikannya alasan...
“Kalau engkau membunuh diri dengan cara seperti itu, lalu apa yang aku katakan di depan Panembahan?” lelaki itu menggerutu. Panengah bangkit berdiri dengan kaki gemetar....
“Mungkinkah mereka bertiga berasal dari padepokan yang sama?” bertanya Sayoga dalam hatinya saat melihat tiga pengeroyoknya ternyata mengeluarkan senjata yang sama. Masing-masing memegang seutas rantai...
Kiai Rontek dengan gumpalan asap masih saja terus berkisar dan menyambar Ki Getas dengan julurannya yang panas. Dan ia semakin menambah kecepatan geraknya saat melihat...
Bunija membelok, memasuki celah sebuah celah di antara pembatas pekarangan, menyisir jalan setapak yang rapat ditumbuh pohon singkong dan pisang. Dua kali ia menengok untuk...
Kiai Plered - Sayoga menggeleng-geleng belum memahami siasat pemimpin pasukan khusus itu. Sejauh yang ia ketahui adalah bertempur dan bertempur tanpa melepaskan sejengkal tanah....
Malam semakin dalam mencengkeram dalam keheningan. Pertemuan para pemimpin pasukan di dalam kemah besar Ken Banawa telah usai. Sementara itu dengan langkah yang seperti tidak...
Tidak butuh waktu lama bagi ketiganya untuk mencapai tepi pedukuhan. Pada malam itu wilayah luar Gondang Wates sama sekali tidak menunjukkan perlawanan. Siasat pertahanan yang...
“Bukankah kau yang bernama Toh Kuning?” bertanya seorang prajurit jaga. “Benar.” “Benarkah kau melarikan diri dari peperangan?” Toh Kuning menggeleng. Ia menjawab,”Aku tidak melarikan diri...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.