Pada satu kesempatan terjadi benturan yang membuat lubang besar sedalam mata kaki yang melingkar dibawah kaki mereka. Ketika itu Batara Keling menyerang Pangeran Parikesit dengan...
Aku raih punggung tangan ibu, lalu keluar menemui utusan ayah. Seperti itulah sikapku setiap kali orang asing bermalam di rumahku. Mereka akan berkisah mengenai bukit-bukit...
Pesan terakhir ayahnya agar ia selalu turut serta dalam menjaga kedamaian di wilayah Demak telah menjadi sumber tenaga yang tiada habisnya. Tanpa diketahui oleh musuhnya,...
Ki Getas Pendawa menarik napas panjang, ia berkata, ”Rambesaji, aku tidak menyediakan waktu lebih banyak untukmu.” Usai mengatup bibirnya dengan rapat, Ki Getas Pendawa menerjang...
Selagi kelompok penentang berada dalam kebingungan, bola-bola cahaya putih meluncur deras dari segala penjuru menembus dinding-dinding udara panas dan dingin yang tak terlihat mata. Bola-bola...
Meskipun Ki Getas Pendawa tidak ingin tergesa-gesa untuk menuntaskan perlawanan para penentang, tetapi ia teringat Adipati Pajang yang mungkin saja menghadapi keadaan yang berbeda dengannya....
Rasa gatal semakin dalam memasuki tubuhku. Ia tidak lagi merambat permukaan kemaluan, tetapi menyusup ke bagian dalam. Di balik kulit perutku, di setiap pembuluh darahku,...
“Ternyata kau tidak terlena dalam pembuanganmu, Pangeran,” kata Batara Keling di sela perkelahian yang sangat dahsyat itu. “Seharusnya kau mengundurkan diri dari pusaran yang terjadi...