“Kumpulkan juga polongnya, Ani!” Suara bapak terngiang di udara. Bayangan diriku dengan rambut kuncir kuda, bergegas mengumpulkan polong seperti perintah bapak. Aku melihat bayangan diriku,...
“Seperti apakah laporan dari petugasmu, Agung Sedayu?” Pertanyaan Untara terdengar seperti sabetan benda tajam yang menggores jantung Agung Sedayu. Saat itu ia merasa sulit membedakan...
Agung Sedayu hampir menitikkan air mata. Kenangan itu sangat sederhana. Ia tumbuh tidak dalam buai kemewahan. Agung Sedayu menjadi lelaki yang tidak berkawan erat dengan...
Di pinggiran jalan yang menjadi jalur menuju rumahnya, Agung Sedayu terpaku melihat pemandangan yang aneh menurutnya. Ia menyaksikan kobaran api yang tengah bergolak pada sebuah...
“Kakang, apakah saya tidak salah melihat keadaan?” tanya Agung Sedayu. Orang yang dipanggilnya kakang adalah Wasana, seseorang yang mengenal dekat keluarga Ki Sadewa. Raut wajah...
“Swandaru!” teriak Agung Sedayu. Ia mencoba mencari jejak yang dikiranya dapat memberi terang untuk menelusuri keadaan adik seperguruannya. Ia berloncatan, hilir mudik, ia kehilangan pegangan!...
Kue itu..Merah..Kenyal..Orang kata dia lengket dan dari ketan.. Tapi dia tak peduli.. Kamu ingat bahwa separuh masa kau goncang sampan dengan alunan kata.. Kau urai...
Sebentar aku menyesal. Rasa sesal inilah yang paling kuat menegurku untuk pulang. Bahwa aku telah abai dan tidak mengindahkan pesan bapak sebelum ini. Memang, tidak...
AsmarandanaSerisau bunga apiSepisau membunuh sepiAsmarandanaSenggayut bunga kambojaMemagut tangkup nelangsa Asraman asmaran asramanSepikul kata tanpa tujuanAsmaran asraman asmaranBukan mantra cinta Hanoman KelamMembekuPasi membiruHitam aku mengaduMenggilas waktuMembekuKelam...
“Kakang, pasukan khusus tentu mempunyai orang-orang yang cukup mapan dalam tugas sandi. Sementara para pengawal Tanah Perdikan telah berada dalam lapis yang sama dengan...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.