Ubandhana menghentikan langkah. Dari belakang teman jalannya, ia bertanya, “Tetapi mengapa Tuan tidak pergi saja ke Alas Cangkring?” “Justru karena Mpu Gemana terbunuh maka aku...
Kumandang suitan nyaring ketika Ki Cendhala Geni melintas di bawah pohon asam yang besar batang pokoknya seukuran dua lengan orang dewasa. Tak lama kemudian dari...
“Gandrik!” seruan kaget terdengar dari para pemimpin kelompok Ki Arumpaka. Sejenak kemudian mereka tertawa dan memuji kecemerlangan nalar Ken Arok. “Tentu saja ia tidak akan...
“Tidak! Bila aku diam maka kebenaran akan terbungkam selamanya,” tukas lelaki bertubuh kekar. “Prajurit, apakah Ki Rangga benar-benar telah menjadi sosok tak terkalahkan?” “Ki Ranubaya,”kata...
Aku seorang prajurit,” timpal seseorang yang berusia sepantaran dengan Swandaru. “Aku berada di Sangkal Putung untuk mengunjungi kerabatku yang sakit."...
Pangeran Parikesit diam saja mendengar Ki Getas Pendawa mengungkap perasaan. Meski begitu, dua mata Pangeran Parikesit tidak dapat menyembunyikan kemarahan yang tersimpan dalam dadanya. Ia...
“Bersiaplah untuk menemui ayahmu, Pangeran. Aku akan membunuhmu dan dua prajurit itu.” “Batara Keling!” sahut Pangeran Parikesit. ”Mengapa kau tidak segera saja berhenti untuk melanjutkan...
Malam yang membuat sibuk sebagian besar penghuni Sangkal Putung telah dapat dilewati dengan ketegangan yang merambat setiap jengkal tanah kademangan subur itu. Meski demikian, kesibukan...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.