Agung Sedayu menyandarkan tubuh pada batang pohon yang melekat dengannya. Tiba-tiba ia kehilangan ketajaman nalar. Pandangan matanya masih mengarah pada arah Swandaru mencongklang kuda. Ruang...
Sebenarnyalah para pemimpin yang berkumpul di Panarukan menginginkan perundingan tetapi mereka kesulitan untuk menunjuk orang yang dapat mewakili Blambangan. Pada malam mereka — dan dihadiri...
“Aku menahan sebuah keterangan,” kata Ki Patih kemudian, “yang tidak akan dapat diterima oleh banyak orang. Tentang peristiwa yang dipastikan mencoreng Mataram.” “Saya mendengarkan, Ki...
Ki Ramapati menata sikapnya. Muncul keyakinan bahwa keterangan yang disampaikan oleh petugasnya akan mempengaruhi pilihan Ki Patih Mandaraka, walau begitu Ki Ramapati tidak ingin terkesan...
Sang Maharani - Tubuhku terasa ringan. Kekuatan gaib -- yang aku kira tengah menekan punggungku -- telah sirna. Aku bergerak dengan luar biasa. Sepasang kakiku...
Sangkal Putung, pedukuhan induk. Kedatangan Ki Patih Mandaraka tidak diduga Agung Sedayu sebelumnya. Walau hati kecil senapati itu berharap dapat bertemu dengan orang kepercayaan Panembahan...
Semakin pekat adalah suasana sepanjang jalur yang mereka tempuh. Pepohonan kian rapat dan pelita rumah penduduk sekitar jalur bahkan tidak ada yang memancarkan cahaya. Sukra...
Lelaki itu bergeser tempat lalu memilih tempat duduk di depan Sukra. Mereka berada di meja yang sama. Untuk beberapa lama, lelaki itu hanya memandang wajah...
Mereka bertiga menjawab dengan anggukkan kepala. “Sejauh mana mereka telah mengadakan persiapan?” Ra Kayumas pun kemudian menjelaskan secara terang bahkan ia menambahkan usulan tambahan yang...
Sebuah kedai yang tak cukup besar tetapi selalu dikunjungi orang menjadi tempat pertemuan dua utusan Agung Sedayu. Sejauh waktu itu, Sukra masih menilai bahwa Randulanang...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.