Sebaris pertanyaan yang tidak perlu dijawab oleh Patraman namun sangat menusuk hatinya. Kedua matanya merah menyala karena marah, urat malu memenuhi setiap garis wajah Patraman....
Agung Sedayu sama sekali tidak mengucap kata ketika Sekar Mirah menggelontorkan pertanyaan yang memang sulit dijawab olehnya. Meski begitu, Agung Sedayu telah mempunyai dugaan bahwa...
Meskipun ia berkata seperti itu, Ki Getas Pendawa masih berusaha keras mengingat orang-orang yang memiliki kecepatan laksana angin di wilayah Demak....
Sejumlah peserta, satu, dua atau lebih dari itu, tampak kesulitan untuk melakukan perburuan kelinci atau binatang yang dapat menjadi obat penawar. Namun mereka tetap berjalan...
Kiai Rontek terperanjat ketika melihat Pangeran Benawa melakukan gerakan-gerakan yang menjadi dasar penguasaan ilmu tingkat tinggi. Tata gerak yang sangat sulit dikuasai oleh anak seusianya,...
Di bawah temaram cahaya merah, Patraman mencoba mengenali penyerangnya. Ia merasa mengetahui dasar gerakan dan bentuk tubuh lelaki muda yang berkelahi garang di hadapannya. Ia...
Ki Tumenggung Lembu Pitungan manggut-manggut sebentar. Lalu ia memutuskan, ”Baiklah, Ki Rangga, kau dapat bermalam disini atau mungkin kau akan kembali ke barak pasukanmu jika...
Pandan Wangi yang duduk di sisi kanan Sekar Mirah berkata, “Tentu ia akan berpikir keras untuk mencerna penjelasan ayahnya.” Dengan senyum mengembang, Sekar Mirah menyahut,...
Lalu Toh Kuning segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan bersama Gubah Baleman. Mereka berdua akan mendatangi tempat yang khusus untuk menerima prajurit baru. Setelah menyampaikan...
“Ki Gurasan!” bentak Pangeran Benawa dengan suara yang terdengar mengerikan. Namun ia sama sekali tidak mengurangi kecepatan dan kekuatannya. “Kau benar-benar layak menjadi anak Mas...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.