Lidah Api di Bukit Menoreh Hari telah naik sepenuhnya. Kabut pagi menipis, membuka jalan-jalan setapak yang menghubungkan kediaman dengan lereng-lereng luar Bukit Menoreh. Di salah satu jalur itulah K...
Kediaman itu terasa lebih sempit dari biasanya. Dinding-dinding kayu seakan menyerap duka, membuat udara di dalamnya berat dan enggan bergerak. Di luar, orang lalu-lalang dengan langkah terukur, tetap...
Putri Ki Gede Menoreh ini memandang ke arah barisan pasukan, mencari satu wajah yang dikenalnya. Jika Agung Sedayu ada di sana, dia ingin melihat matanya—mencari celah keraguan, atau justru menemukan ...
Nyi Kirana disertai tidak lebih sepuluh orang Pajang bertarung sengit melawan orang-orang padepokan yang dibantu pengawal kademangan. Mereka gigih mempertahankan kedudukan berdasarkan aba-aba Nyi Kira...
Perbukitan Menoreh, seperti biasa, menyimpan setiap rahasia dengan rapi di balik setiap hutan dan bukit-bukit yang sunyi. Segenap isi Perbukitan Menoreh seakan sedang menahan napas. Bahkan lebih dahsy...
Malam belum juga surut ketika bunyi besi beradu menggema dari halaman luar kediaman Ki Gede Menoreh. Bukan satu titik. Bukan satu arah. Suara itu datang berlapis—dari regol depan, dari sisi pawon, dar...
Dari arah belakang kediaman Ki Gede Menoreh Berulang-ulang mereka bersinggungan. Berulang kali pula terjadi adu kekuatan dalam batas-batas yang hanya mereka berdua saja yang mengerti. batas tindak. Ki...
Regu pembunuh pilihan itu tak gugup dengan serbuan kilat pasukan khusus Mataram! Bahkan mereka menunjukkan ketenangan serta kematangan sebagai petarung yang teruji dalam berbagai medan sulit. Mesin pe...
Beberapa saat menjelang senja, bagian depan dan jalanan di sekitar rumah Ki Gede Menoreh juga tidak menampakkan kejanggalan. Segala sesuatu berjalan sebagaimana biasa dan memang tampak wajar. Sejumlah...






